Anak Berbakat


Tarmidi

Staf pengajar Fakultas Psikologi USU

Mahasiswa Pascasarjana F.Psi Universitas Indonesia

DEFINISI ANAK BERBAKAT

Istilah gifted digunakan untuk merujuk pada orang-orang dengan bakat intelektual. Menurut Galton, kebeberbakatan merupakan kemampuan alami yang luar biasa, diperoleh dari kombinasi sifat-sifat yang meliputi kapasitas intelektual, kemauan yang kuat, dan unjuk kerja (Whitmore, dalam Hawadi, 2002). Inteligensi, kreativitas, dan talenta, merupakan pusat perhatian untuk mendefinisikan kerberbakatan selama bertahun-tahun.

Anak berbakat didefinisikan oleh USOE (United States Office of Education) sebagai anak-anak yang dapat membuktikan kemampuan berprestasinya yang tinggi dalam bidang-bidang seperti intelektual, kreatif, artistik, kapasitas kepemimpinan atau akademik spesifik, dan mereka yang membutuhkan pelayanan atau aktivitas yang tidak sama dengan yang disediakan di sekolah sehubungan dengan penemuan kemampuan-kemampuannya (Hawadi, 2002).

Dari hasil-hasil penelitian yang dilakukannya, Renzulli dkk menarik kesimpulan bahwa yang menentukan keberbakatan seseorang pada hakikatnya adalah tiga kelompok ciri-ciri sebagai berikut :

1) Kemampuan di atas rata-rata

2) Kreativitas

3) Pengikatan diri atau tanggung jawab terhadap tugas (task commitment)

Renzulli (dalam Hawadi, 2002) mengatakan bahwa keberbakatan merupakan interaksi antara kemampuan umum dan/atau spesifik, tingkat tanggung jawab terhadap tugas yang tinggi dan tingkat kreativitas yang tinggi. Ia melihat bahwa orang yang berprestasi adalah orang yang mampu memberikan sumbangan kreatif dan prestasi yang sama baiknya dalam tiga kluster yang saling terkait. Renzulli menegaskan tidak satu pun kluster yang membuat keberbakatan selain adanya interaksi antara tiga kluster tersebut yang di dalam studi-studi terdahulu menjadi resep yang dilakukan untuk tercapainya prestasi kreatif-produktif (Renzulli, dalam Hawadi, 2002). Tidak ada kluster tunggal yang membentuk keberbakatan. Interaksi dari ketiga kluster adalah resep penting untuk mencapai produktivitas.

Proses terbentuknya talenta (Differentiated Model of Giftedness and Talent)

Differentiated Model of Giftedness and Talent (DMGT) yang diajukan Gagné (dalam Gagné, 2004 pada www.tki.org.nz) dibedakan dengan jelas antara dua konsep dasar dalam pendidikan anak berbakat, yaitu giftedness dan talent.

Giftedness merujuk kemampuan superior alami (yang disebut aptitutes atau gifts (karunia)) yang sudah dimiliki seseorang secara spontan (alami) tanpa bimbingan atau pelatihan minimal pada satu bidang tertentu yang menempatkan seseorang tersebut 10% terbaik diantara teman-teman sebayanya. Sementara talent merujuk kepada penguasaan yang luar biasa (superior mastery) dan merupakan kemampuan/keterampilan ataupun pengetahuan yang dibentuk secara sistematis dalam salah satu bidang tertentu yang juga menempatkan mereka termasuk diantara 10 % terbaik diantara teman sebayanya yang menggeluti bidang yang sama. Untuk menjelaskan konsepnya Gagné membuat model berikut

.

Gagné’s Differentiated Model of Giftedness and Talent (DMGT), 2004 (dalam www.tki.org.nz)

GIFTEDNESS (G)

Terdiri dari empat kecakapan, yaitu intelektual (IG), kreativitas (CG), sosial-emosional (SG), dan sensorimotor (MG). Kecakapan alami ini dimana perkembangan dan tingkat ekspresinya juga ditentukan oleh faktor bawaan dapat dilihat pada berbagai tugas-tugas yang dikerjakan anak di sekolah, misalnya, kemampuan/kecakapan intelektual diperlukan untuk belajar membaca, memahami bahasa, atau memahami konsep-konsep matematika yang baru diterimanya. Kreativitas diperlukan untuk memecahkan berbagai macam persoalan dan menghasilkan pekerjaan yang orisinil dalam sains, sastra, dan seni. Kecakapan fisik termasuk dalam olahraga, musik, atau pekerjaan yang membutuhkan keterampilan fisik lainnya. Sementara kemampuan sosial-emosional dibutuhkan anak dalam menjalin interaksi dengan teman-temannya, guru, dan keluarga.

Gifts atau kecakapan yang tinggi dapat dilihat lebih mudah dan langsung pada anak-anak, karena pengaruh lingkungan dan dan faktor belajar belum banyak berpengaruh. Selain itu, mereka juga tetap dapat menampilkan dirinya pada anak yang lebih tua usianya, bahkan diantara orang dewasa yang difasilitasi melalui kecepatan mereka dalam mempelajari hal-hal baru dalam berbagai bidang aktivitas.

TALENTS (T)

Talent (bakat) merupakan perkembangan yang pesat dari tranformasi kemampuan/kecakapan yang tinggi (gifts) ke karakteristik keterampilan yang berkembang dengan baik dan sistematis pada salah satu bidang aktivitas. Bidang ini bisa ama seklai berbeda. Pada gambar terlihat beberapa bidang talent yang relevan dengan anak usia sekolah. Kemampuan alami (gifted) dapat terlihat pada berbagai bidang yang berbeda, tergantung pada bidang aktivitas yang dipilih individu. Misalnya, kelancaran jemari, sebagai kemampuan fisik yang alami bisa ditunjukkan pada berbagi bidang seperti pianis, pelukis, atau bidang lainnya. Sama halnya dengan intiligensi sebagai kemampuan alami juga dapat memunculkan berbagai kemampuan lain seperti keahlian dalam penalaran ilmiah seorang ahli kimia, analis pemain catur, atau dalam membuat perencanan strategis pada berbagai bidang.

DEVELOPMENTAL PROCESS (D)

Kemampuan/kecakapan alami (Gifts) merupakan “raw material”atau unsur dasar dari talent. Talent merupakan implikasi dari kehadiran kemampua/kecakapan alami yang diatas rata-rata. Tanpa pelatihan (training), pembelajaran (learning) dan penerapan (practising) yang sistematis, potensi alami seorang anak tidak akan muncul menjadi talenta. Untuk lebih membentuk talenta yang baik ketiga aktitivitas tersebut harus ada.

INTRAPERSONAL CATALYSTS (I)

Proses ini difasilitasi oleh dua tipe katalis, yaitu faktor pribadi (intrapersonal) dan lingkungan (environment). Intrapersonal dapat dilihat dari sisi fisik dan psikologis, yang keduanya mendapat pengaruh dari faktor genetik. Pada faktor psikologis, motivasi dan kemauan memainkan peranan penting dalam menginisiasi proses perkembangan talenta, mengarahkan dan menjaga dari berbagai pengaruh negatiif, rasa bosan, dan kegagalan. Manajemen diri juga berperan dalam membentuk struktur dan efisiensi terhadap proses perkembangan talenta dan berbagai aktivitas harian lainnya. Temperamen yang mempengaruhi bagaimana seseorang berperilaku juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung dan menstimulasi cepat atau lambatnya ataubahkan terhentinya proses perkembangan talenta.

ENVIRONMENTAL CATALYSTS (E)

Lingkungan memberikan pengaruh yang signifikan dalam berbagai bentuk. lingkungan yang menaungi anak (mileu) akan berpengaruh baik pada level makro (seperti letak geografis, demografi, dan sosiologis) dan lebih banyak pada level mikro (seperti keluarga, kepribadian dan gaya pengasuhan orangtua atau caregiver, staus sosial ekonomi, dan lain sebagainya). Selain itu, orang yang berbeda, tidak hanya orangtua dan guru, tapi juga saudara dan teman, bisa memberikan pengaruh positif atau negatif terhadap proses perkembangan talenta. Program yang dirancang khusus bagi anak gifted baik di sekolah maupun diluar sekolah, termasuk dalam kategori alat bantu (provisions), yang merupakan format intervensi yang sistematis dalam memunculkan atau meniadakan proses perkembangan talenta. Terakhir, beberapa peristiwa yang penting (seperti kematian orangtua, memperoleh penghargaan, atau mengalami kecelakaan atau penyakit parah) bisa mempengaruhi dengan jelas perkembangan talenta.

CHANCE (C)

Kesempatan (chance) bisa ditambahkan sebagai faktor penyebab kelima yang dihubungkan dengan lingkungan (seperti, terlahir di pada keluarga tertentu, kesempatan yang diberikan sekolah berupa program khusus). Kesempatan juga major causal factor dalam penentuan faktor bawaan.

PREVALENCE AND LEVELS

Beberapa definisi konsep normatif harus menjelaskan secara spesifik bagaimana subjek berbeda dari norma dan apa artinya kondisi tersebut dalam populasinya. Pada DMGT, batasan baik pada gitedness dan talent adalah subjek yang bearda pada pesentil ke-90 atau dengan kata lain mereka merupak orang-orang yang termasuk 10% terbaik dalam kelompoknya baik pada kemampuan alami (gifted) atau prestasi (untuk talent). Pada 10% tersebut dapat digolongkan menjadi lima kelompok, yaitu: 10% terbaik termasuk kategori ringan (mildy), 1% terbaik disebut sedang (moderately), tinggi bila terbaik 1:1.000, exceptionaly bila terbaik 1:10.000, dan extremly bila 1:100.000.

2 thoughts on “Anak Berbakat

  1. Bang Tarmidi…

    TA gue kan tentang underachievement. Bisa nggak gue minta copy dari jurnal2 internasionalnya? Please… gue kekurangan bahan yang memadai untuk TA tersebut. tolong ya. Reza sangat berterima kasih atas bantuannya.

    Reza

  2. pendidikan anak berbakat memang penting, untuk mengantisipasi anak2 usia dini yang memiliki bakat2 luar biasa,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s