Bagaimana menilai kesiapan anak masuk sekolah?


Menurut Gagne (1985) dalam Gredler (1992) kematangan adalah tersedianya ketrampilan atau kemampuan pada siswa. Sedangkan David Ausubel (1962) mendeskripsikan kematangan sebagai kondisi anak yang melibatkan pertumbuhan, kematangan dan pengalaman sosial. Kesiapan anak untuk mempelajari materi sesuai dengan standar perkembangan fisik, intelektual serta sosialnya adalah yang memungkinkan anak untuk memenuhi tuntutan dari sekolah dan mengasimilasikan kurikulum sekolah.


Batasan Usia sekolah

Usia masuk sekolah pada anak-anak berbeda pada setiap daerah. Rata-rata usia sekolah adalah antara 4 sampai 6 tahun (usia 6 tahun merupakan usia wajib sekolah). Umur bukanlah hal yang utama, yang terpenting adalah pengalaman karena pengalaman mempengaruhi tingkat perkembangan anak-anak (Arthur, Beecher, Dockett, Farmer, & Death, 1998). Namun kriteria utama menurut Crnic & lambrety (dalam www.parenting.nsw.gov.au) untuk melihat kesiapan belajar adalah umur.

H.C. Witherington (dalam Dalyono, 1997) menuturkan bahwa usia 6 – 9 tahun merupakan masa imitasi sosial yang terbesar. Anak mulai mengenal sekolah dan pada masa ini guru merupakan model baru untuk dicontoh. Pada masa primer ini, anak mulai belajar membaca, mengerjakan soal-soal hitungan sederhana, dan belajar menulis. Sedangkan menurut Masrun, MA, usia 6 – 12 tahun merupakan masa sekolah dan mulai dapat menerima pelajaran di sekolah dasar. Begitu pula pembagian yang dilakukan oleh Aristoteles mengenai periode anak mulai sekolah, yang didasarkan pada adanya perubahan-perubahan jasmani yang penting. Menurut Aristoteles, usia 7 -14 tahun merupakan periode anak mulai bersekolah (Dalyono, 1997).

Lee & Lee (dalam www.parenting.nsw.gov.au) menyatakan ada 7 aspek minimal yang harus dipenuhi pada kesiapan sekolah, yaitu:

1. Kompetensi Sosial

McClelland dan Lentz (dalam www.parenting.nsw.gov.au) mengatakan bahwa ada standar minimal kemampuan sosial yang harus dimiliki oleh anak, seperti bisa berteman dengan siswa lainnya secara adekuat, tidak agresif dan tidak melukai anak-anak lain. Hartup (dalam www.parenting.nsw.gov.au), mengatakan bahwa ada beberapa atribut sosial yang harus dipenuhi untuk mengukur kemampuan sosial anak, yaitu:

a. Individual atributs

Seperti anak-anak memiliki perasaan yang positif, tidak tergantung dengan orang dewasa dan memiliki kemampuan untuk berempati dan memiliki satu atau dua teman dengan hubungan yang positif, memiliki rasa humor dan tidak ingin menyendiri.

b. Social Skills

Contohnya anak-anak mendekati orang lain secara positif, mereka memberikan alasan yang jelas terhadap berbuatan mereka. Anak-anak tidak gampang untuk digertak, mampu masuk dalam kelompok secara baik. Anak mampu mengekspresikan rasa marah dan frustasi tanpa menyakiti orang lain. Anak mampu berdiskusi dan mampu menunjukkan ketertarikan pada orang lain.

c. Peer relationship Attributes

Contohnya, ia diterima oleh orang lain, terkadang diajak bermain oleh temannya dan cukup dikenal diantara teman-temannya.

2. Perkembangan Fisik dan Keterampilan Motorik

Beberapa penulis (Dean, Ashon dan Elliot,1994 dan Docket,2000 dalam http://www.parenting.nsw.gov.au) menyatakan bahwa kesehatan fisik dan kemampuan motorik yang baik membantu anak-anak untuk siap sekolah. Lewitt dan Baker (dalam http://www.parenting.nsw.gov.au) melaporkan bahwa 75% guru menyatakan bahwa kesehatan fisik dan kemampuan motorik yang baik merupakan aspek yang penting dalam kesiapan belajar.

1. Kematangan Emosi

Dockett, et.al (dalam http://www.parenting.nsw.gov.au) membuat survey dengan memberikan pertanyaan yang terbuka mengenai hal apa saja yang penting dalam kesiapan sekolah. 36% orang tua menjawab penyesuaian diri merupakan aspek yang terpenting dari yang lainnya. Pada studi yang sama, 44 % guru menjawab penyesuaian diri merupakan hal yang penting dan termasuk dalam kemampuan sosial. Penyesuaian ini termasuk didalamnya adalah mengikuti instruksi yang diberikan seperti duduk, diam dan mendengarkan, konsentrasi dan lainnya. Label yang tidak aik yang dierikan oleh guru pada anak bisa dibawa anak seumur hidupnya.

2. Kemampuan kognitif

Anak-anak mampu menggunakan bahasa dengan baik dan jelas dalam berkomunikasi (Carnegie Task Force, dalam http://www.parenting.nsw.gov.au). Anak cepat beradaptasi dengan lingkungan belajarnya dan anak memiliki ketekunan dalam belajar.

3. Kemampuan Bahasa

Para ahli menitikberatkan pada kemampuan anak dalam berkomunikasi secara efektif dengan gurunya dan mampu menyampaikan ide-idenya dengan jelas.

4. Pengetahuan umum dan keahlian

Keterampilan-keterampilan yang penting untuk dikuasai anak diantaranya adalah buang air besar/kecil, mengikat tali sepatu, dan mampu makan siang sendiri. Pengetahuan yang harus dipenuhi contohnya seperti ide-ide, fakta-fakta atau konsep-konsep, mengetahui alfabeth dan angka-angka

7. Pemahaman terhadap Aturan

Dockett, et.al (dalam http://www.parenting.nsw.gov.au) melakukan penelitian yang menyatakan bahwa 76% keberhasilan dalam sekolah ditentukan oleh peraturan. Hal ini termasuk didalamnya harapan-harapan yang bersifat implicit dan eksplisit seperti duduk dengan benar, membuang sampah pada tempatnya, menggantung tas ditempatnya dan tidak berlari-lari didalam kelas.

Daftar Pustaka

Arthur, L. ; Bronwyn Beecher; Sue Dockett; Sue Farmer; Elizabeth Death. 1998. Programming and Planning in Early Childhood Settings. 2nd ed. Australia: Harcourt Brace & Company.

Brewer, Jo Ann. 1992. Introduction to Early Childhood Education: Preschool through Primary Grades. USA: Allyn and Bacon

Dalyono, M. 1997. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Rieka Cipta.

Djiwandono, Sri Esti Wuryani. 2002. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Grasindo.

http://www.parenting.nsw.gov.au/uploads/7b059f57-2e83-4855-8425-63cb5a0145ce3.pdf

About these ads

2 thoughts on “Bagaimana menilai kesiapan anak masuk sekolah?

  1. selamat buat Tarmidi yang mencapai mimpi2nya untuk mengenyam pendidikan di pascasarjana UI.

    Thx ya Midi, buat artikel2 psikologinya, saya sangat senang membacanya, posting terus ya Mid, saya sangat membantu saya dalam menangani anak2 disini..salam sukses

  2. pak tarmidi, saya ijin copas utk bahan tulisan. saya juga mencantumkan alamat lengkap web bapak dalam tulisan tersebut karena tidak semua artikel saya muat. terima kasih sebelumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s